Santap malam plus pertunjukan seni, keduanya dipadukan menjadi satu di restoran yang satu ini. Sambil menikmati makan malam di area open-air theatre pengunjung pun disuguhkan aneka pertunjukan musik dan tarian Bali nan eksotis. Bintang dan bulanpun turut menemani acara spesial ini!
Restoran The Balinese Theatre yang terletak di dalam Ayodya Resort menjadi pilihan. Pasalnya restoran ini menyuguhkan pengalaman bersantap yang sangat berbeda dan unik. Menjadikan makan malam di pulau dewata kali ini sungguh istimewa dan berkesan.
Letak The Balinese Theatre berada di Poolside, Ayodya Resort Bali - sebuah resort di kawasan Nusa Dua seluas 11,5 hektar yang memiliki pemandangan menghadap pantai berpasir putih seluas 300 meter. Area restoran ini memang sedikit tertutup dari luar karena tembok yang mengelilinginya. Restorannya sendiri unik karena dibuat bergaya open-air dining di dalam teater terbuka beratap langit. Sedangkan area penonton malam itu diisi dengan kurang lebih 8 buah meja.
Di area depan saya disambut oleh para pelayan berpakaian tradisional Bali. Taburan kelopak bunga menyambut kedatangan saya dan pasangan malam itu. Kami disambut dan diantar langsung menuju meja yang telah kami reserved sebelumnya. Wah, beruntung saya memperoleh meja yang paling dekat dengan panggung.
Sebelum pertunjukkan dimulai, makan malam buffet sudah tersedia di sisi kiri dan kanan area panggung. Disajikan dalam bentuk stall-stall yang berderet-deret mulai dari cold appetizer, main course, sampai dessert. Pilihan saya jatuh pada green salad dengan dressing mayonnaise yang sedikit asam-asam segar serta sepotong roti yang dioles tipis dengan mentega.
Menu utama makan malam ini cukup banyak mulai dari sushi, nasi dan mi goreng, pecking duck, dim sum, sampai aneka dessert yang menggoyang lidah. Pertunjukkan berlangsung tak lama setelah kami mengambil makanan. Cahaya redup yang datang dari obor membuat suasana bertambah romantis dengan sayup-sayup suara deburan ombak yang sesekali terdengar saat suara gamelan berhenti ditabuh.
Tampaknya saya sudah terhipnotis dengan kelincahan para penari serta dentingan gamelan yang memenuhi membelah keheningan malam. Malam itu yang menjadi tema adalah 'Nusantara Dances' - yang terdiri dari beberapa tarian seperti Jaipongan Dance, Bali Dance dan Fire Dance yang spektakuler.
Para tamu pun berdiam diri karena diajak ikut berinteraksi dalam beberapa tarian seperti Jaipongan Dance misalnya. Menjadikan makan malam ini sangat menarik karena juga sangat-sangat menghibur. Apalagi bagi mereka yang tak memiliki banyak waktu seperti saya untuk berkeliling pulau Bali.
Untuk dapat menikmatinya pengunjung harus melakukan reservasi terlebih dahulu. O ya, tempat ini juga bisa disewa untuk group atau private function. Sungguh beruntung malam itu saya memperoleh kesempatan untuk bersantap di restoran yang menggabungkan dining experience dan entertainment ini. Apalagi keduanya bisa dinikmati dalam suasana dan sentuhan Bali yang kental dan nan eksotis.
Jalan jalan murah di Bali, liburan murah di Bali,
paket wisata murah, tour murah di Bali
Hubungi kami :
Timbul Bhuana Tours
Lisence No. : 551.21/1210/KPPT
Jalan Kapten Sujana No. 1 Blahbatuh-Gianyar-Bali-80581
Email : timbulbhuana@gmail.com
Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Wednesday
Friday
Slruup... Segar Gurih Sup Kepala Ikan Lembongan
Sajian di warung ini sangat sederhana. Sup kepala ikan dan ikan goreng Kepala ikan disajikan dengan kuah berempah dan irisan mentimun. Slurpp... hmm rasanya asam segar saat dihirup. Ikan goreng krenyes gurih dan makin sedap saat dicocol sambal gorengnya.
Warung makan ini memang tak sebagus rumah makan di kawasan Renon. Tempatnya sangat sederhana dengan jejeran kursi lipat dan meja-meja memanjang. Sajian istimewanya yang berupa Sop Kepala Ikan dan Ikan Goreng memang menjadi daya tarik bagi pengunjung rumah makan ini.
Warung Lembongan ini memang mengambil makanan andalan dari Nusa Lembongan, tempat sang pemilik berasal. Dua menu andalan sop kepala ikan dan ikan goreng pun langsung jadi pilihan utama. Tak ketinggalan sepiring nasi putih hangat ikut menjadi pelengkap sempurna hidangan ini.
Sop kepala ikan disajikan dalam mangkuk merah dalam keadaan yang mengepul panas. Wah... potongan mentimun yang jadi pelengkapnya membuat sop ini sedikit unik. Kuahnya kaya bumbu dengan warna kekuningan, terasa segar dengan semburat rasa jahe, bawang dan serai saat menyentuh lidah. Slurppp... rasanya yang asam-asam segar membuat saya langsung kepincut akan sajian yang satu ini.
Kepala ikan yang digunakan adalah ikan barakuda karena itu dagingnya tebal. Sendok garu pun saya tinggalkan dan digantikan oleh jari-jari tangan yang sudah asyik mempreteli si kepala ikan. Sruupp... saat-saat menyeruput daging-daging yang terselip diantara tulang-tulang ikan yang sedikit lemak adalah kegiatan yang sangat mengasyikkan.
Menurut teman saya sang pemiliknya pernah bekerja di Warung Mak Beng - sebuah rumah makan di Pantai Sanur - yang juga menyajikan menu andalan sop kepala ikan dan ikan goreng sejak puluhan tahun lalu. Jadi tak heran kalau rumah makan ini menawarkan menu serupa. Dan berhubung saya belum pernah mencicipi versi Mak Beng maka saya pun belum bisa membandingkan keduanya. Pastinya yang satu ini langsung jadi rumah makan favorit saya.
Saking asyiknya menikmati sop kepala ikan, si ikan goreng hampir lupa dicicipi. Satu porsi ikan goreng versi Warung Lembongan ini bukan terdiri dari satu ikan utuh, melainkan irisan daging ikan yang dipotong-potong melebar. Tampilannya biasa saja layaknya ikan goreng. Pelengkap si ikan goreng adalah sambal goreng yang dilengkapi irisan jeruk nipis.
Saat mencicipinya wouw... saya tertipu tampangnya yang 'kurang meyakinkan'. Bagian luar daging ikan - terutama kulitnya sangat garing dan gurih. Wah... daging ikannya kenyal segar dan tidak berbau amis. Ini membuktikan bahwa ikan yang digunakan segar.
Jika memesan ikan goreng ini jangan lupa untuk menikmatinya bersama sambal goreng yang berwarna cokelat nyaris kehitaman. Jejak manis dan pedas sambal yang dicolek bersama daging ikan sangat klop saat berpadu bersama sesuap nasi putih di dalam mulut.
Kejutan lainnya saya dapatkan pada saat membayar. Kelezatan seporsi sop kepala ikan ternyata cukup ditebus dengan uang sebesar Rp 9000,00 dan Rp 10.000,00 untuk ikan goreng. Wah, ternyata dengan uang tak lebih dari Rp 25.000,00 saya sudah dapat menikmati makan siang yang lezat dan tak terlupakan. Pastinya jika lain kali berkunjung ke Pulau Dewata, saya tak bakal melewatkan kesempatan untuk menikmati sop kepala ikan Lembongan.
Jalan jalan murah di Bali, liburan murah di Bali,
paket wisata murah, tour murah di Bali
Hubungi kami :
Timbul Bhuana Tours
Lisence No. : 551.21/1210/KPPT
Jalan Kapten Sujana No. 1 Blahbatuh-Gianyar-Bali-80581
Email : timbulbhuana@gmail.com
Warung makan ini memang tak sebagus rumah makan di kawasan Renon. Tempatnya sangat sederhana dengan jejeran kursi lipat dan meja-meja memanjang. Sajian istimewanya yang berupa Sop Kepala Ikan dan Ikan Goreng memang menjadi daya tarik bagi pengunjung rumah makan ini.
Warung Lembongan ini memang mengambil makanan andalan dari Nusa Lembongan, tempat sang pemilik berasal. Dua menu andalan sop kepala ikan dan ikan goreng pun langsung jadi pilihan utama. Tak ketinggalan sepiring nasi putih hangat ikut menjadi pelengkap sempurna hidangan ini.
Sop kepala ikan disajikan dalam mangkuk merah dalam keadaan yang mengepul panas. Wah... potongan mentimun yang jadi pelengkapnya membuat sop ini sedikit unik. Kuahnya kaya bumbu dengan warna kekuningan, terasa segar dengan semburat rasa jahe, bawang dan serai saat menyentuh lidah. Slurppp... rasanya yang asam-asam segar membuat saya langsung kepincut akan sajian yang satu ini.
Kepala ikan yang digunakan adalah ikan barakuda karena itu dagingnya tebal. Sendok garu pun saya tinggalkan dan digantikan oleh jari-jari tangan yang sudah asyik mempreteli si kepala ikan. Sruupp... saat-saat menyeruput daging-daging yang terselip diantara tulang-tulang ikan yang sedikit lemak adalah kegiatan yang sangat mengasyikkan.
Menurut teman saya sang pemiliknya pernah bekerja di Warung Mak Beng - sebuah rumah makan di Pantai Sanur - yang juga menyajikan menu andalan sop kepala ikan dan ikan goreng sejak puluhan tahun lalu. Jadi tak heran kalau rumah makan ini menawarkan menu serupa. Dan berhubung saya belum pernah mencicipi versi Mak Beng maka saya pun belum bisa membandingkan keduanya. Pastinya yang satu ini langsung jadi rumah makan favorit saya.
Saking asyiknya menikmati sop kepala ikan, si ikan goreng hampir lupa dicicipi. Satu porsi ikan goreng versi Warung Lembongan ini bukan terdiri dari satu ikan utuh, melainkan irisan daging ikan yang dipotong-potong melebar. Tampilannya biasa saja layaknya ikan goreng. Pelengkap si ikan goreng adalah sambal goreng yang dilengkapi irisan jeruk nipis.
Saat mencicipinya wouw... saya tertipu tampangnya yang 'kurang meyakinkan'. Bagian luar daging ikan - terutama kulitnya sangat garing dan gurih. Wah... daging ikannya kenyal segar dan tidak berbau amis. Ini membuktikan bahwa ikan yang digunakan segar.
Jika memesan ikan goreng ini jangan lupa untuk menikmatinya bersama sambal goreng yang berwarna cokelat nyaris kehitaman. Jejak manis dan pedas sambal yang dicolek bersama daging ikan sangat klop saat berpadu bersama sesuap nasi putih di dalam mulut.
Kejutan lainnya saya dapatkan pada saat membayar. Kelezatan seporsi sop kepala ikan ternyata cukup ditebus dengan uang sebesar Rp 9000,00 dan Rp 10.000,00 untuk ikan goreng. Wah, ternyata dengan uang tak lebih dari Rp 25.000,00 saya sudah dapat menikmati makan siang yang lezat dan tak terlupakan. Pastinya jika lain kali berkunjung ke Pulau Dewata, saya tak bakal melewatkan kesempatan untuk menikmati sop kepala ikan Lembongan.
Jalan jalan murah di Bali, liburan murah di Bali,
paket wisata murah, tour murah di Bali
Hubungi kami :
Timbul Bhuana Tours
Lisence No. : 551.21/1210/KPPT
Jalan Kapten Sujana No. 1 Blahbatuh-Gianyar-Bali-80581
Email : timbulbhuana@gmail.com
Wednesday
Kaliadrem si Manis dari Bali
Jajanan tradisional yang terbuat dari tepung beras ini memang enak dijadikan sebagai teman minum teh atau kopi di sore hari. Bentuknya bisa bulat atau segitiga dengan lubang bulat di bagian tengahnya. Teksturnya yang sedikit liat hmm... terasa gurih manis di dalam mulut.
Penyuka jajanan tradisional pastinya bakal menyukai kue yang satu ini. Kaliadrem biasa dijual dengan beragam bentuk yaitu bisa bulat seperti donat mini atau berbentuk segitiga. Keduanya memiliki ciri khas yaitu terdapat lubang di bagian tengah adonannya. Lubang ini terkadang jumlahnya ada satu sampai tiga buah.
Di daerah asalnya sana Bali, ternyata kaliadrem merupakan kue tradisional sepanjang masa. Selain biasa dinikmati sehari-hari, kue ini biasanya banyak diserbu sebagai salah satu pelengkap sajian di upacara hari raya Galungan. Tak heran kalau kaliadrem banyak dijual di pasar-pasar tradisional dengan harga yang sangat-sangat terjangkau.
Kaliadrem terbuat dari bahan-bahan sederhana seperti tepung beras, gula merah, kelapa, garam, dan air. Proses pembuatan kue ini terbilang masih sangat tradisional karena langsung dibuat dari beras yang langsung ditumbuk menjadi tepung. Setelah dicampur dengan bahan-bahan lain seperti gula merah, kelapa parut, air, dan garam barulan adonan diuleni hingga bertekstur halus dan lembut.
Setelah proses tersebut adonan tidak bisa langsung dibentuk melainkan harus didiamkan selama 5-8 jam. Wah cukup lama bukan? Setelah kembali diuleni barulah adonan bisa dibentuk-bentuk menjadi bulat seperti donat atau berbentuk segitiga. Agar bentuk segitiga yang dihasilkan cantik diperlukan bantuan kojong yaitu cetakan yang terbuat dari daun pisang.
Proses akhir permukaan adonan barulah ditaburi dengan wijen dan kemudian digoreng hingga berwarna kecoklatan. Kaliadrem biasa dijajakan dengan dibungkus plastik agar terbebas dari debu, tetapi di pasar-pasar tradisional ada pula yang dijajakan begitu saja.
Meskipun proses pembuatannya memerlukan waktu yang cukup lama, satu buah kue kaliadrem dihargai Rp 500,00 - Rp 1000,00 saja. Rasanya yang sedikit liat dengan rasa yang gurih-gurih manis merupakan teman pas untuk dinikmati bersama keluarga di rumah.
Jalan jalan murah di Bali, liburan murah di Bali,
paket wisata murah, tour murah di Bali
Hubungi kami :
Timbul Bhuana Tours
Lisence No. : 551.21/1210/KPPT
Jalan Kapten Sujana No. 1 Blahbatuh-Gianyar-Bali-80581
Email : timbulbhuana@gmail.com
Penyuka jajanan tradisional pastinya bakal menyukai kue yang satu ini. Kaliadrem biasa dijual dengan beragam bentuk yaitu bisa bulat seperti donat mini atau berbentuk segitiga. Keduanya memiliki ciri khas yaitu terdapat lubang di bagian tengah adonannya. Lubang ini terkadang jumlahnya ada satu sampai tiga buah.
Di daerah asalnya sana Bali, ternyata kaliadrem merupakan kue tradisional sepanjang masa. Selain biasa dinikmati sehari-hari, kue ini biasanya banyak diserbu sebagai salah satu pelengkap sajian di upacara hari raya Galungan. Tak heran kalau kaliadrem banyak dijual di pasar-pasar tradisional dengan harga yang sangat-sangat terjangkau.
Kaliadrem terbuat dari bahan-bahan sederhana seperti tepung beras, gula merah, kelapa, garam, dan air. Proses pembuatan kue ini terbilang masih sangat tradisional karena langsung dibuat dari beras yang langsung ditumbuk menjadi tepung. Setelah dicampur dengan bahan-bahan lain seperti gula merah, kelapa parut, air, dan garam barulan adonan diuleni hingga bertekstur halus dan lembut.
Setelah proses tersebut adonan tidak bisa langsung dibentuk melainkan harus didiamkan selama 5-8 jam. Wah cukup lama bukan? Setelah kembali diuleni barulah adonan bisa dibentuk-bentuk menjadi bulat seperti donat atau berbentuk segitiga. Agar bentuk segitiga yang dihasilkan cantik diperlukan bantuan kojong yaitu cetakan yang terbuat dari daun pisang.
Proses akhir permukaan adonan barulah ditaburi dengan wijen dan kemudian digoreng hingga berwarna kecoklatan. Kaliadrem biasa dijajakan dengan dibungkus plastik agar terbebas dari debu, tetapi di pasar-pasar tradisional ada pula yang dijajakan begitu saja.
Meskipun proses pembuatannya memerlukan waktu yang cukup lama, satu buah kue kaliadrem dihargai Rp 500,00 - Rp 1000,00 saja. Rasanya yang sedikit liat dengan rasa yang gurih-gurih manis merupakan teman pas untuk dinikmati bersama keluarga di rumah.
Jalan jalan murah di Bali, liburan murah di Bali,
paket wisata murah, tour murah di Bali
Hubungi kami :
Timbul Bhuana Tours
Lisence No. : 551.21/1210/KPPT
Jalan Kapten Sujana No. 1 Blahbatuh-Gianyar-Bali-80581
Email : timbulbhuana@gmail.com
Saturday
Crab Ravioli yang Dahsyat di Tepian Jimbaran
Keindahan pantai Jimbaran, debur ombak dan buaian lembut semilir angin laut akan menemani Anda menikmati kelezatan sajian di sini. Ada salad Mediteranian yang segar, lamb kebab yang juicy hingga Fish and Chips yang crispy. Molten Chocolate Fondant pun menjadi penyelus lidah yang luar biasa lezat di akhir santapan. Sulit dilupakan!
Pantai indah, suasana tenang dan romantis, cocktail yang segar plus makanan yang lezat. Itulah yang menjadi target saat mencari lokasi makan siang yang santai di kawasan Jimbaran. Nama PJ's yang ada di Four Seasons Resort Jimbaran sudah banyak dikenal orang. Hmm... terutama karena racikan cocktail sang bartender yang hebat plus seafoodnya yang enak.
Resto berlantai kayu dengan area menghadap ke laut ini tak memiliki sekat. Karena itu saat duduk di meja santap, pemandangan lepas laut dengan gunung menjulang bisa sepuas hati dinikmati. Hembusan semilir angin laut plus suara gelombang yang memecah di pantai menjadi musik indah saat makan.
Hidangan Mediterania yang terkenal sehat menjadi salah satu unggulan PJ's. Sebagai pembuka, PJ's Mezze dan PJ's Kudapan menjadi pilihan saya. Sengaja makanan pembuka yang berbeda dan banyak kami pilih agar bisa berlama-lama menikmati keindahan pantai Jimbaran.
Satu piring putih besar dengan beberapa mangkuk mungil disajikan. Mangkuk-mangkuk mungil berisi hummus chickpea, eggplant caviar, goat cheese dengan taburan cabai kering, spice tabouleh, olive hitam dan hijau. Pitta bread mungil yang masih hangat mengepul menjadi pelengkapnya.
Segera saja pitta bread saya olesi dengan hummus, tabouleh diberi olive dan goat cheese lalu dilipat dan nyam... nyam. Rasa gurih beradu dengan tekstur renyah olive dan lembut keju. Semburat rasa pedas cabai kering justru membuat sajian ini makin enak di lidah.
PJ's Kudapan lebih merupakan sampel camilan yang serba gurih. Ada lumpia lobster dengan saus pedas manis, plus salad udang dengan sayuran berbumbu kuning. Hmm... semuanya segar dan menggelitik lidah sehingga tak terasa pelan-pelan sajian pembuka inipun tuntas.
Suara deburan ombak di pantai menjadi aksen kuat suasana siang yang mendung tipis. Fish and Chips pesanan sayapun disajikan panas mengepul. Karena lama tak menyantap sajian ini saya jadi kangen berat. Apalagi Fish and Chips ini memakai bir dalam adonannya. Sudah hampir pasti bakal krenyes renyah.
Ternyata dugaan saya benar, Dua potong ikan kakap berbalut tepung dengan ukuran sedang ini memang krenyes renyah, gurih rasanya. Dicocol dengan saus tartar yang gurih asam dengan jejak malt vinegar benar-benar klop. French fries-nya bukan buatan pabrik tetapi dipotong sendiri hingga terasa gurih kenyal!
PJ's juga punya pizza yang dibakar dengan kayu dan pasta yang menggiurkan. Maka pilihan teman saya, ravioli dengan isian daging kakap dan kepiting sangat menggoda saya untuk ikut mencicipi. Empat buah ravioli dengan ukuran agak besar diselimuti saus tomat dengan cincangan olive plus serutan keju Parmesan.
O la la.. sekali suap langsung terasa kedahsyatan ravioli yang gendut ini. Rasa gurih daging kepiting dan ikan menyatu dengan ragout tomat yang asam segar dan renyah asin olive. Serutan keju Parmesan yang royal melengkapi kelezatan ravioli ini... Mamma mia!
Perut kenyang, semilir angin laut yang sejuk plus suasana pantai yang tenang nyaris membuat saya mengantuk. Untung saja tawaran dessert dari pelayan, membangkitkan kembali semangat saya. Selain shorbet dan ice cream, Molten Chocolate Fondant menjadi target saya.
Benar saja, puding cokelat bulat mungil disajikan dengan saus black cherry yang meleleh plus ice cream vanilla.Segera saya sobek bagian tengah puding yang panas mengepul agar lelehan cokelatnya bisa meluncur. Diaduk dengan saus cherry dan ice cream yang dingin, wouw.. meleleh sempurna di mulut. Kenikmatan puding inipun menjadi akhir santap siang yang indah di pantai Jimbaran.
Sepertinya lain kali saya harus mampir di malam minggu. Ssst.. di area depan PJ's ini ada Beds in the Beach. Kanopi berbentuk ranjang untuk dinner berpasangan, berjajar di sepanjang pantai, lengkap dengan obor dan pendar deretan lilin. Romantis bukan?
Jalan jalan murah di Bali, liburan murah di Bali,
paket wisata murah, tour murah di Bali
Hubungi kami :
Timbul Bhuana Tours
Lisence No. : 551.21/1210/KPPT
Jalan Kapten Sujana No. 1 Blahbatuh-Gianyar-Bali-80581
Email : timbulbhuana@gmail.com
Pantai indah, suasana tenang dan romantis, cocktail yang segar plus makanan yang lezat. Itulah yang menjadi target saat mencari lokasi makan siang yang santai di kawasan Jimbaran. Nama PJ's yang ada di Four Seasons Resort Jimbaran sudah banyak dikenal orang. Hmm... terutama karena racikan cocktail sang bartender yang hebat plus seafoodnya yang enak.
Resto berlantai kayu dengan area menghadap ke laut ini tak memiliki sekat. Karena itu saat duduk di meja santap, pemandangan lepas laut dengan gunung menjulang bisa sepuas hati dinikmati. Hembusan semilir angin laut plus suara gelombang yang memecah di pantai menjadi musik indah saat makan.
Hidangan Mediterania yang terkenal sehat menjadi salah satu unggulan PJ's. Sebagai pembuka, PJ's Mezze dan PJ's Kudapan menjadi pilihan saya. Sengaja makanan pembuka yang berbeda dan banyak kami pilih agar bisa berlama-lama menikmati keindahan pantai Jimbaran.
Satu piring putih besar dengan beberapa mangkuk mungil disajikan. Mangkuk-mangkuk mungil berisi hummus chickpea, eggplant caviar, goat cheese dengan taburan cabai kering, spice tabouleh, olive hitam dan hijau. Pitta bread mungil yang masih hangat mengepul menjadi pelengkapnya.
Segera saja pitta bread saya olesi dengan hummus, tabouleh diberi olive dan goat cheese lalu dilipat dan nyam... nyam. Rasa gurih beradu dengan tekstur renyah olive dan lembut keju. Semburat rasa pedas cabai kering justru membuat sajian ini makin enak di lidah.
PJ's Kudapan lebih merupakan sampel camilan yang serba gurih. Ada lumpia lobster dengan saus pedas manis, plus salad udang dengan sayuran berbumbu kuning. Hmm... semuanya segar dan menggelitik lidah sehingga tak terasa pelan-pelan sajian pembuka inipun tuntas.
Suara deburan ombak di pantai menjadi aksen kuat suasana siang yang mendung tipis. Fish and Chips pesanan sayapun disajikan panas mengepul. Karena lama tak menyantap sajian ini saya jadi kangen berat. Apalagi Fish and Chips ini memakai bir dalam adonannya. Sudah hampir pasti bakal krenyes renyah.
Ternyata dugaan saya benar, Dua potong ikan kakap berbalut tepung dengan ukuran sedang ini memang krenyes renyah, gurih rasanya. Dicocol dengan saus tartar yang gurih asam dengan jejak malt vinegar benar-benar klop. French fries-nya bukan buatan pabrik tetapi dipotong sendiri hingga terasa gurih kenyal!
PJ's juga punya pizza yang dibakar dengan kayu dan pasta yang menggiurkan. Maka pilihan teman saya, ravioli dengan isian daging kakap dan kepiting sangat menggoda saya untuk ikut mencicipi. Empat buah ravioli dengan ukuran agak besar diselimuti saus tomat dengan cincangan olive plus serutan keju Parmesan.
O la la.. sekali suap langsung terasa kedahsyatan ravioli yang gendut ini. Rasa gurih daging kepiting dan ikan menyatu dengan ragout tomat yang asam segar dan renyah asin olive. Serutan keju Parmesan yang royal melengkapi kelezatan ravioli ini... Mamma mia!
Perut kenyang, semilir angin laut yang sejuk plus suasana pantai yang tenang nyaris membuat saya mengantuk. Untung saja tawaran dessert dari pelayan, membangkitkan kembali semangat saya. Selain shorbet dan ice cream, Molten Chocolate Fondant menjadi target saya.
Benar saja, puding cokelat bulat mungil disajikan dengan saus black cherry yang meleleh plus ice cream vanilla.Segera saya sobek bagian tengah puding yang panas mengepul agar lelehan cokelatnya bisa meluncur. Diaduk dengan saus cherry dan ice cream yang dingin, wouw.. meleleh sempurna di mulut. Kenikmatan puding inipun menjadi akhir santap siang yang indah di pantai Jimbaran.
Sepertinya lain kali saya harus mampir di malam minggu. Ssst.. di area depan PJ's ini ada Beds in the Beach. Kanopi berbentuk ranjang untuk dinner berpasangan, berjajar di sepanjang pantai, lengkap dengan obor dan pendar deretan lilin. Romantis bukan?
Jalan jalan murah di Bali, liburan murah di Bali,
paket wisata murah, tour murah di Bali
Hubungi kami :
Timbul Bhuana Tours
Lisence No. : 551.21/1210/KPPT
Jalan Kapten Sujana No. 1 Blahbatuh-Gianyar-Bali-80581
Email : timbulbhuana@gmail.com
Manis Legit Dodol Buleleng
Dodol tradisional yang satu ini memang bukan dodol biasa. Bentuknya memanjang dibungkus daun jagung kering yang wangi aromanya. Tidak hanya laris-manis sebagai sajian upacara keagamaan tetapi juga banyak diborong sebagai oleh-oleh.
Tidak hanya Betawi dan Garut yang punya dodol. Bali pun memiliki ikon dodol Buleleng yang cukup kondang bahkan di kalangan para pelancong. Dodol Buleleng memiliki ciri khas tersediri selain pada bungkusnya juga terletak pada bahan baku pembuatannya.
Dodol Bali atau yang juga dikenal dengan dodol Buleleng memiliki cita rasa yang khas yaitu manis legit dan wangi. Bahan bakunya adalah ketan hitam, santan, dan gula merah. Proses pembuatan dodol ini masih tergolong tradisional karena dikerjakan pada industri-industri rumahan di daerah Buleleng, Bali Utara yang merupakan kota asal pembuatannya.
Tak heran kalau kemasannya pun sangat tradisional dan unik. Tiap dodol dibungkus dengan 'klobot' atau daun jagung kering. Bentuknya dibuat sedikit memanjang dengan kedua sisi diikat menggunakan tali rafia. Aroma daun jagung kering sebagai pembungkusnya yang wangi memberi sensasi tersendiri saat menikmati dodol yang berwarna hitam pekat ini.
Keunikan lainnya, dodol Buleleng tidak dikemas dalam kotak-kotak atau plastik. Dodol ini direnceng jadi satu memanjang tiap 10 buah dan digantung dengan tali rafia. Tiap renceng dijual dengan harga Rp 10.000,00. Di Bali, dodol Buleleng sering digunakan sebagai pelengkap sesajian upacara keagamaan. Seiring waktu dodol ini banyak dibawa oleh para pelancong yang datang sebagai oleh-oleh khas Bali.
Dodol ini tahan disimpan hingga 3 minggu lamanya. Nah, kalau jalan-jalan ke pulau Dewata pastikan Anda membeli dodol khas Bali ini. Selain cocok sebagai oleh-oleh karena rasanya yang khas dan enak, hitung-hitung Anda pun sudah ikut melestarikan kuliner tradisional.
( dev / Odi )
Jalan jalan murah di Bali, liburan murah di Bali,
paket wisata murah, tour murah di Bali
Hubungi kami :
Timbul Bhuana Tours
Lisence No. : 551.21/1210/KPPT
Jalan Kapten Sujana No. 1 Blahbatuh-Gianyar-Bali-80581
Email : timbulbhuana@gmail.com
Tidak hanya Betawi dan Garut yang punya dodol. Bali pun memiliki ikon dodol Buleleng yang cukup kondang bahkan di kalangan para pelancong. Dodol Buleleng memiliki ciri khas tersediri selain pada bungkusnya juga terletak pada bahan baku pembuatannya.
Dodol Bali atau yang juga dikenal dengan dodol Buleleng memiliki cita rasa yang khas yaitu manis legit dan wangi. Bahan bakunya adalah ketan hitam, santan, dan gula merah. Proses pembuatan dodol ini masih tergolong tradisional karena dikerjakan pada industri-industri rumahan di daerah Buleleng, Bali Utara yang merupakan kota asal pembuatannya.
Tak heran kalau kemasannya pun sangat tradisional dan unik. Tiap dodol dibungkus dengan 'klobot' atau daun jagung kering. Bentuknya dibuat sedikit memanjang dengan kedua sisi diikat menggunakan tali rafia. Aroma daun jagung kering sebagai pembungkusnya yang wangi memberi sensasi tersendiri saat menikmati dodol yang berwarna hitam pekat ini.
Keunikan lainnya, dodol Buleleng tidak dikemas dalam kotak-kotak atau plastik. Dodol ini direnceng jadi satu memanjang tiap 10 buah dan digantung dengan tali rafia. Tiap renceng dijual dengan harga Rp 10.000,00. Di Bali, dodol Buleleng sering digunakan sebagai pelengkap sesajian upacara keagamaan. Seiring waktu dodol ini banyak dibawa oleh para pelancong yang datang sebagai oleh-oleh khas Bali.
Dodol ini tahan disimpan hingga 3 minggu lamanya. Nah, kalau jalan-jalan ke pulau Dewata pastikan Anda membeli dodol khas Bali ini. Selain cocok sebagai oleh-oleh karena rasanya yang khas dan enak, hitung-hitung Anda pun sudah ikut melestarikan kuliner tradisional.
( dev / Odi )
Jalan jalan murah di Bali, liburan murah di Bali,
paket wisata murah, tour murah di Bali
Hubungi kami :
Timbul Bhuana Tours
Lisence No. : 551.21/1210/KPPT
Jalan Kapten Sujana No. 1 Blahbatuh-Gianyar-Bali-80581
Email : timbulbhuana@gmail.com
Tuesday
Bagiak, Oleh-oleh Renyah Khas Bali
Camilan ringan yang satu ini rasanya gurih renyah. Terbuat dari tepung sagu yang dipanggang, sangat cocok jadi teman minum teh ataupun kopi. Kres.. kres.. enak!
Mendengar kata bagiak, mungkin Anda bertanya-tanya makanan apakah ini? Bagiak adalah salah satu oleh-oleh khas Bali yang terbuat dari tepung sagu. Bagiak memiliki tekstur yang renyah dan rasa manis yang tidak terlalu kuat. Biasanya disajikan untuk menemani sore Anda bersama dengan secangkir teh ataupun kopi hangat.
Saat dicoba, rasa bagiak gurih renyah mirip sekali dengan bagea khas Sulawesi. Bedanya, bagea Sulawsi diproses dengan cara di bakar, dan bagea dibungkus dengan daun. Tapi soal rasa, cenderung mirip. Hanya aroma nya saja yang sedikit berbeda, bagea menggunakan rempah-rempah seperti cengkih dan kayu manis. Sedangkan bagiak ini hanya menggunakan tepung sagu, gula, mentega, dan minyak nabati.
Di Bali, bagiak cukup mudah ditemui. Hampir di semua toko oleh-oleh khas Bali bisa ditemukan camilan renyah ini. Pengemasan bagiak pun sudah cukup modern. Bagiak dijual dalam kemasan kotak karton yang mudah untuk di bawa kemana saja. Termasuk jadi buah tangan yang menarik untuk keluarga Anda.
Jalan jalan murah di Bali, liburan murah di Bali,
paket wisata murah, tour murah di Bali
Hubungi kami :
Timbul Bhuana Tours
Lisence No. : 551.21/1210/KPPT
Jalan Kapten Sujana No. 1 Blahbatuh-Gianyar-Bali-80581
Email : timbulbhuana@gmail.com
Mendengar kata bagiak, mungkin Anda bertanya-tanya makanan apakah ini? Bagiak adalah salah satu oleh-oleh khas Bali yang terbuat dari tepung sagu. Bagiak memiliki tekstur yang renyah dan rasa manis yang tidak terlalu kuat. Biasanya disajikan untuk menemani sore Anda bersama dengan secangkir teh ataupun kopi hangat.
Saat dicoba, rasa bagiak gurih renyah mirip sekali dengan bagea khas Sulawesi. Bedanya, bagea Sulawsi diproses dengan cara di bakar, dan bagea dibungkus dengan daun. Tapi soal rasa, cenderung mirip. Hanya aroma nya saja yang sedikit berbeda, bagea menggunakan rempah-rempah seperti cengkih dan kayu manis. Sedangkan bagiak ini hanya menggunakan tepung sagu, gula, mentega, dan minyak nabati.
Di Bali, bagiak cukup mudah ditemui. Hampir di semua toko oleh-oleh khas Bali bisa ditemukan camilan renyah ini. Pengemasan bagiak pun sudah cukup modern. Bagiak dijual dalam kemasan kotak karton yang mudah untuk di bawa kemana saja. Termasuk jadi buah tangan yang menarik untuk keluarga Anda.
Jalan jalan murah di Bali, liburan murah di Bali,
paket wisata murah, tour murah di Bali
Hubungi kami :
Timbul Bhuana Tours
Lisence No. : 551.21/1210/KPPT
Jalan Kapten Sujana No. 1 Blahbatuh-Gianyar-Bali-80581
Email : timbulbhuana@gmail.com
Monday
Yuk, Nyicip Jaja Laklak
Kue imut bundar ini rasanya gurih empuk. Setelah dikucuri sirop gula merah, hmm... rasanya makin enak saja. Apalagi saat masih hangat. Semburat bau gosong di pinggiran kue bikin kue ini jadi makin sedap saja. Mau nyicip?
Selintas kue ini memang mirip serabi atau surabi. Yang dikenal dengan sebutan 'serabi imut' oleh orang Bandung. Kue tradisional dari pulau dewata ini dikenal dengan nama 'Jaja Laklak' atau kue laklak. Secara tradisional kue ini banyak dijual di kampung-kampung lewat penjaja kue keliling.
Dibuat dari adonan tepung beras, baking powder, santan dan garam. Jadi tak beda jauh dengan adonan serabi tepung beras. Dicetak dengan cetakan serabi tanah liat yang mungil dengan diameter 3 cm. Setelah matang, kue akan berlubang-lubang kecil permukaannya. Kue dicukil dari cetakan dan disajikan dengan kucuran sirop gula merah.
Kue laklak ini tidak hanya putih tetapi ada juga yang diberi air daun pandan suji sehingga warnanya kehijauan dan aromanya sangat wangi. Sebagai varian, kue ini juga kadang diberi pewarna merah muda atau tambahan cokelat.
Kue laklak kadang juga diberi taburan kelapa parut sebelum dikucuri sirop gula merah. Paling enak dimakan saat masih panas sehingga terasa empuk, sedikit aroma gosong dan harum semerbak sirop gula merah.
Jalan jalan murah di Bali, liburan murah di Bali,
paket wisata murah, tour murah di Bali
Hubungi kami :
Timbul Bhuana Tours
Lisence No. : 551.21/1210/KPPT
Jalan Kapten Sujana No. 1 Blahbatuh-Gianyar-Bali-80581
Email : timbulbhuana@gmail.com
Selintas kue ini memang mirip serabi atau surabi. Yang dikenal dengan sebutan 'serabi imut' oleh orang Bandung. Kue tradisional dari pulau dewata ini dikenal dengan nama 'Jaja Laklak' atau kue laklak. Secara tradisional kue ini banyak dijual di kampung-kampung lewat penjaja kue keliling.
Dibuat dari adonan tepung beras, baking powder, santan dan garam. Jadi tak beda jauh dengan adonan serabi tepung beras. Dicetak dengan cetakan serabi tanah liat yang mungil dengan diameter 3 cm. Setelah matang, kue akan berlubang-lubang kecil permukaannya. Kue dicukil dari cetakan dan disajikan dengan kucuran sirop gula merah.
Kue laklak ini tidak hanya putih tetapi ada juga yang diberi air daun pandan suji sehingga warnanya kehijauan dan aromanya sangat wangi. Sebagai varian, kue ini juga kadang diberi pewarna merah muda atau tambahan cokelat.
Kue laklak kadang juga diberi taburan kelapa parut sebelum dikucuri sirop gula merah. Paling enak dimakan saat masih panas sehingga terasa empuk, sedikit aroma gosong dan harum semerbak sirop gula merah.
Jalan jalan murah di Bali, liburan murah di Bali,
paket wisata murah, tour murah di Bali
Hubungi kami :
Timbul Bhuana Tours
Lisence No. : 551.21/1210/KPPT
Jalan Kapten Sujana No. 1 Blahbatuh-Gianyar-Bali-80581
Email : timbulbhuana@gmail.com
Cafe Batujimbar
Tempat ini sudah pindah dari lokasi semula di seberang jalan. Sebuah restoran lama yang masih tetap populer hingga saat ini. Di kalangan mereka yang peduli makanan sehat, Cafe Batujimbar dikenal sebagai restoran yang menawarkan sayuran organik.
Sudah 20 tahun lebih saya melanggani BJ (bee jay, begitu nama akrab kafe ini di kalangan penggemarnya), sejak di tempatnya yang lama. Dulu, Keramik Jenggala juga berlokasi di dekat situ, sebelum pindah ke tempatnya yang lebih besar di Jimbaran sekarang. Pemiliknya yang cantik, Ade Wawo-Runtu, kadang-kadang ada di sana untuk menyapa para tamu.
Yang saya sukai dari BJ adalah tawaran menu-nya yang memberi pilihan kuliner lokal maupun internasional. Untuk sarapan, misalnya, pilihan lokalnya antara lain adalah: bubur ayam, bubur manado (tiap hari Minggu), nasi uduk (tiap Sabtu), dan lontong sayur. Kualitas masakannya pun konsisten dan selalu dapat diandalkan.
Untuk makan siang, dari dulu hampir selalu saya memesan Lontong Komplet BJ. Soalnya, "hidangan pinggir jalan” ini ternyata hadir autentik di BJ. Sekalipun tampil resik, tetapi ciri-ciri bumbu yang tampaknya sengaja tidak diulek halus membuatnya mirip home cooking ataupun makanan kaki lima. Rasa trasinya pun dimunculkan cukup ndeso.
Bila sedang ingin makan ringan, BJ Salad merupakan pilihan tepat. Sayur organiknya selalu tampil fresh. Arugula, grilled eggplant, broccoli, cherry tomatoes, sweet corn, wortel, ketimun, buncis diselimuti saus kental honey mustard. Duh, top markotop! Crunchy dan semriwing.
Daftar menu-nya tidak terlalu elaborate, mewakili boga Nusantara, Bali, Asia, dan Continental - sehingga tamu tidak perlu mengernyitkan dahi terlalu lama untuk memilih hidangan yang akan dipesan.
Tempatnya yang cozy membuat Cafe Batujimbar tempat yang tepat round-the-clock. Kapan pun Anda ingini, selalu ada alasan untuk singgah ke BJ. Breakfast, morning coffee, lunch, high tea, dinner, late supper - you name it! Jenis sajian BJ pun sangat mendukung untuk segala macam kebutuhan.
Pastries dan desserts dari BJ juga boleh diacungi jempol. Bila sedang musim mangga, jangan pernah lewatkan mango pie-nya. Bila cuaca panas, minta tambahkan satu scoop es krim vanila. Mango pie a la mode yang pasti membuat Anda termimpi-mimpi. (Bondan Winarno)
Sudah 20 tahun lebih saya melanggani BJ (bee jay, begitu nama akrab kafe ini di kalangan penggemarnya), sejak di tempatnya yang lama. Dulu, Keramik Jenggala juga berlokasi di dekat situ, sebelum pindah ke tempatnya yang lebih besar di Jimbaran sekarang. Pemiliknya yang cantik, Ade Wawo-Runtu, kadang-kadang ada di sana untuk menyapa para tamu.
Yang saya sukai dari BJ adalah tawaran menu-nya yang memberi pilihan kuliner lokal maupun internasional. Untuk sarapan, misalnya, pilihan lokalnya antara lain adalah: bubur ayam, bubur manado (tiap hari Minggu), nasi uduk (tiap Sabtu), dan lontong sayur. Kualitas masakannya pun konsisten dan selalu dapat diandalkan.
Untuk makan siang, dari dulu hampir selalu saya memesan Lontong Komplet BJ. Soalnya, "hidangan pinggir jalan” ini ternyata hadir autentik di BJ. Sekalipun tampil resik, tetapi ciri-ciri bumbu yang tampaknya sengaja tidak diulek halus membuatnya mirip home cooking ataupun makanan kaki lima. Rasa trasinya pun dimunculkan cukup ndeso.
Bila sedang ingin makan ringan, BJ Salad merupakan pilihan tepat. Sayur organiknya selalu tampil fresh. Arugula, grilled eggplant, broccoli, cherry tomatoes, sweet corn, wortel, ketimun, buncis diselimuti saus kental honey mustard. Duh, top markotop! Crunchy dan semriwing.
Daftar menu-nya tidak terlalu elaborate, mewakili boga Nusantara, Bali, Asia, dan Continental - sehingga tamu tidak perlu mengernyitkan dahi terlalu lama untuk memilih hidangan yang akan dipesan.
Tempatnya yang cozy membuat Cafe Batujimbar tempat yang tepat round-the-clock. Kapan pun Anda ingini, selalu ada alasan untuk singgah ke BJ. Breakfast, morning coffee, lunch, high tea, dinner, late supper - you name it! Jenis sajian BJ pun sangat mendukung untuk segala macam kebutuhan.
Pastries dan desserts dari BJ juga boleh diacungi jempol. Bila sedang musim mangga, jangan pernah lewatkan mango pie-nya. Bila cuaca panas, minta tambahkan satu scoop es krim vanila. Mango pie a la mode yang pasti membuat Anda termimpi-mimpi. (Bondan Winarno)
Jalan jalan murah di Bali, liburan murah di Bali,
paket wisata murah, tour murah di Bali
Hubungi kami :
Timbul Bhuana Tours
Lisence No. : 551.21/1210/KPPT
Jalan Kapten Sujana No. 1 Blahbatuh-Gianyar-Bali-80581
Email : timbulbhuana@gmail.com
Sarapan Sepanjang Hari di Seminyak
Wajar bila kita ingin bermalas-malasan sepanjang hari bila sedang berada di Bali. Wajarlah bila rumah makan yang sengaja buka pagi hari untuk melayani tamu sarapan justru kurang laris di Bali. Kecuali yang satu ini!
Tidak banyak yang tahu bahwa sebenarnya tempat makan ini nama resminya adalah The Tuck Shop. Tetapi, karena ia merupakan bagian dari sebuah toko yang bernama The Corner Store, maka nama terakhir itulah yang justru dikenal orang. Apalagi karena papan nama The Corner Store jelas tampak di sudut Jalan Lasmana dan Kayu Aya itu.
The Tuck Shop buka sejak pukul 7 pagi. Menu-nya hanya breakfast items. Tetapi, kalaupun Anda baru terbangun malas pukul 3 petang, dan datang ke The Tuck Shop, Anda masih dapat menikmati sarapan terlambat itu. Sepanjang hari, sampai tutup pada pukul 6 senja, The Tuck Shop memang semata-mata menyediakan menu sarapan - mirip konsep 24-hour dim sum di Hong Kong.
Di pagi hari, para tamu The Tuck Shop kebanyakan adalah warga asing yang bermukim di sekitar kawasan itu. Banyak yang memakai The Tuck Shop sebagai titik akhir setelah jogging atau olah raga pagi. Seorang pria 60-an tahun sedang meninjau harga saham dengan iPad-nya. Seorang ibu muda membawa bayi-nya di kereta dorong. Di sudut lain, pria asing dan perempuan berkulit coklat menikmati sarapan sambil masing-masing membaca koran. Dan di sudut sini, seorang pria lokal sedang sibuk nge-tweet. Hahaha, itu memang saya!
Sudut jalan yang tidak terlalu ramai, dan sebagian tempat duduk beratap langit di taman depan, membuat tempat ini memang nyaman untuk duduk berlama-lama. Bila di Cafe Moka - yang kebetulan memang tidak jauh dari tempat ini - saya sudah punya menu favorit yang selalu saya pesan, maka di The Tuck Shop ini pun saya punya kesukaan. Yaitu: salmon bagel (Rp 34 ribu).
Bagel adalah donat yahudi - roti bantat yang bentuknya memang seperti donat. Biasanya, bagel dimakan dengan olesan tebal cream cheese. Tetapi, bagel juga dapat diisi seperti halnya roti lapis atau sandwich.
Di The Tuck Shop, salmon bagel-nya berbeda dengan versi umum. Secara tradisional, yang disebut salmon bagel adalah bagel yang dibelah dua, diolesi cream cheese, diisi irisan red onion, smoked salmon, dan ditaburi sedikit capers. Tetapi, di sini, isinya hanya cream cheese, rocket (arugula), dan smoked salmon. Lebih sederhana, tetapi sangat khas. Terutama karena rasa "semriwing" dari daun rocket.
Pendampingnya tentu saja adalah cafe lungo (alias americano atau black coffee) yang bahannya adalah kopi Bali asli (Rp 12 ribu). Bila ingin "sarapan" yang lebih mengenyangkan, juga tersedia baguette sandwich (Rp 34 ribu) dan panini (Rp 32 ribu).
Menu lain yang dapat saya sarankan di sini adalah: fruit salad muesli (Rp 30 ribu), croissant + jam (Rp 15 ribu), atau sarapan komplet yang disebut Susie’s breakfast dengan dua poached eggs, bacon, hashbrown potatoes, rockets (Rp 34 ribu). Untuk melayani kesukaan tamu Australia, juga tersedia toast + vegemites alias roti panggang dengan olesan selai yang rasanya agak mirip trasi. Hehe, ini juga favorit saya. (Bondan Winarno)
Tidak banyak yang tahu bahwa sebenarnya tempat makan ini nama resminya adalah The Tuck Shop. Tetapi, karena ia merupakan bagian dari sebuah toko yang bernama The Corner Store, maka nama terakhir itulah yang justru dikenal orang. Apalagi karena papan nama The Corner Store jelas tampak di sudut Jalan Lasmana dan Kayu Aya itu.
The Tuck Shop buka sejak pukul 7 pagi. Menu-nya hanya breakfast items. Tetapi, kalaupun Anda baru terbangun malas pukul 3 petang, dan datang ke The Tuck Shop, Anda masih dapat menikmati sarapan terlambat itu. Sepanjang hari, sampai tutup pada pukul 6 senja, The Tuck Shop memang semata-mata menyediakan menu sarapan - mirip konsep 24-hour dim sum di Hong Kong.
Di pagi hari, para tamu The Tuck Shop kebanyakan adalah warga asing yang bermukim di sekitar kawasan itu. Banyak yang memakai The Tuck Shop sebagai titik akhir setelah jogging atau olah raga pagi. Seorang pria 60-an tahun sedang meninjau harga saham dengan iPad-nya. Seorang ibu muda membawa bayi-nya di kereta dorong. Di sudut lain, pria asing dan perempuan berkulit coklat menikmati sarapan sambil masing-masing membaca koran. Dan di sudut sini, seorang pria lokal sedang sibuk nge-tweet. Hahaha, itu memang saya!
Sudut jalan yang tidak terlalu ramai, dan sebagian tempat duduk beratap langit di taman depan, membuat tempat ini memang nyaman untuk duduk berlama-lama. Bila di Cafe Moka - yang kebetulan memang tidak jauh dari tempat ini - saya sudah punya menu favorit yang selalu saya pesan, maka di The Tuck Shop ini pun saya punya kesukaan. Yaitu: salmon bagel (Rp 34 ribu).
Bagel adalah donat yahudi - roti bantat yang bentuknya memang seperti donat. Biasanya, bagel dimakan dengan olesan tebal cream cheese. Tetapi, bagel juga dapat diisi seperti halnya roti lapis atau sandwich.
Di The Tuck Shop, salmon bagel-nya berbeda dengan versi umum. Secara tradisional, yang disebut salmon bagel adalah bagel yang dibelah dua, diolesi cream cheese, diisi irisan red onion, smoked salmon, dan ditaburi sedikit capers. Tetapi, di sini, isinya hanya cream cheese, rocket (arugula), dan smoked salmon. Lebih sederhana, tetapi sangat khas. Terutama karena rasa "semriwing" dari daun rocket.
Pendampingnya tentu saja adalah cafe lungo (alias americano atau black coffee) yang bahannya adalah kopi Bali asli (Rp 12 ribu). Bila ingin "sarapan" yang lebih mengenyangkan, juga tersedia baguette sandwich (Rp 34 ribu) dan panini (Rp 32 ribu).
Menu lain yang dapat saya sarankan di sini adalah: fruit salad muesli (Rp 30 ribu), croissant + jam (Rp 15 ribu), atau sarapan komplet yang disebut Susie’s breakfast dengan dua poached eggs, bacon, hashbrown potatoes, rockets (Rp 34 ribu). Untuk melayani kesukaan tamu Australia, juga tersedia toast + vegemites alias roti panggang dengan olesan selai yang rasanya agak mirip trasi. Hehe, ini juga favorit saya. (Bondan Winarno)
Jalan jalan murah di Bali, liburan murah di Bali,
paket wisata murah, tour murah di Bali
Hubungi kami :
Timbul Bhuana Tours
Lisence No. : 551.21/1210/KPPT
Jalan Kapten Sujana No. 1 Blahbatuh-Gianyar-Bali-80581
Email : timbulbhuana@gmail.com
Subscribe to:
Posts (Atom)